persahabatan abadi

persahabatan abadi

Senin, 16 November 2009

MUSIM HAJI 2009




Konco konco sing tahun 2009 iki menunaikan ibadah haji adalah : Suhartin, Moch. Sulhan Busono, karo Drs. Kadaryo. Kita semua mendoakan agar Allah SWT mengaruniakan kesehatan, kelancaran, diterima ibadahnya dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat wal afiat menjadi haji/hajjah mabrur. Amien .

Selasa, 20 Oktober 2009

CAK RUSMAN SAKIT


Kolonel (Purn) CZI Rusman, pada hari Kamis 15 Oktober pagi dilarikan ke RS Gatot Subroto karena serangan jantung. Menurut pengakuannya, hari Rebo sore sudah merasa gak enak badan dan sudah dibawa ke poliklinik dekat rumah. Tapi Kamis pagi Cak Rusman merasa dadanya sakit dan berkeringat dingin, sehingga diputuskan untuk dibawa ke RSGS dan langsung masuk Intensive Care Coronary Unit.
Selasa tgl. 20 Oktober dilakukan kateterisasi dan ditemukan ada satu penyempitan yang memerlukan pemasangan ring, yang dilakukan hari Rabu, 21 Oktober.
Meskipun termasuk aktif berolahraga, toh kita tidak bisa memungkiri kalau onderdil kita sudah pada suwak, katanya. Memang menjelang sakit, ia merasa terlalu capek karena banyak kegiatan.
Berita sakitnya Cak Rusman sudah disampaikan ke teman teman semua dan semua mendoakan agar beliau lekas sembuh dan kembali beraktifitas.
Kamis, 22 Oktober setelah diperiksa lebih teliti oleh dokter, ternyata hasilnya pada titik penyempitan dengan stenosis MD 70%, bisa disembuhkan secara alami dan tidak jadi dipasang ring. Hari itu juga Cak Rusman sudah kembali pulang ke rumah. Syukur Alhamdulillah.

HALAL BIHALAL PAGERIJO

Nduk Gedung Jala Puspita, Jalan S.Parman, hari minggu 18 Oktober 2009 kelompok Pagerijo nganakno kegiatan silaturahmi Halal bihalal. Sing teko lumayan akeh, meskipun kelihatannya banyak yang gak rawuh. Dari alumni SMAN Angkatan 1966 sing hadir : Mas Suhadi Muhas (sing dadi ketua Pagerijo), Mas Amir Tohar, Mas Muchtar, Mas Drs.Eddy Rahardjo dan Yogi. Konco konco sak angkatan liyane berhalangan hadir, a.l. Cak Rusman sing lagek opname, Cak Hari Purnomo sing kliwatan gak dikandani, Cak Imam Thobroni dan Cak Muslich gak hadir juga mergo ada acara lain. Dalam sambutannya Mas Hadi sebagai Ketua Umum menghimbau kembali agar ikatan silaturahmi warga Jombang nduk Jabodetabek terus dijalin melalui wadah paguyuban ini. Juga disampaikan hikmah Halal Bihalal, sambutan dari wakil sesepuh serta dilanjutkan dengan saling salam salaman, minal aidin wal faizin....
Suguhane uenak uenak, mak nyuss, ada rawon, ada pecel, ada rujak cingur, sate ayam, tahu campur, dll pokoke sampek semlengeren. Sementara hadirin juga dihibur suara merdu beberapa biduan, termasuk Mas Piek Gwan yang legendaris itu.

Senin, 05 Oktober 2009

HALAL BIHALAL NDUK PRAPEN, SUROBOYO

Hari Minggu, 4 Oktober 2009, nduk omahe keluarga Dr. Sudjatmiko, nduk Prapen Indah, Suroboyo, konco konco alumni SMA Negeri Jombang klumpukan, nganakno halal bihalal dalam rangka Idul Fitri 1430 H. Cukup gayeng dan ruame, dengan suguhan yang aneka warna a.l. rujak petis, semanggi, bothok pedo, oblok oblok, sayur asem dan sebagainya, pokoke komplit plit.... Setelah dibuka dengan doa bersama, termasuk mendoakan arwah konco konco sing jik tas lelayu (Mbak Wien dan Mbak Tatiek), acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan silaturahmi di tengah halaman kebun pak dokter yang asri. Halal bihalal iki gak cuma dihadiri konco konco kelompok Suroboyo, tapi juga konco konco Jombang, Pasuruan, Gresik. Juga dihadiri pak Muhaji, guru stereo kita jaman SMA.
Silaturahmi semacam ini mengeratkan tali persaudaraan dan kekeluargaan di antara kita.

Minggu, 30 Agustus 2009

KABAR DUKA : MBAK TATIEK RETNOWATI MENINGGAL DUNIA


Hari Kamis, 27 Agustus 2009 jam 01.30 rekan dan sahabat kita Tatiek Retnowati telah menghadap hadirat Allah SWT di kediaman puterinya di perumahan Tunggorono-Jombang, setelah agak lama terbaring sakit. Sebagaimana kita ketahui Mbak Tatiek sudah sejak lama mengalami gangguan jantung, paru paru dan hipertensi. Pada awal Agustus yang lalu Mbak Tatiek masih mengirim berita bahwa ia sedang menjalani pemeriksaan di lab RS karena sakit. Sebetulnya harus di opname, tapi Mbak Tatiek menolak. Oleh puteri puterinya kemudian dibawa ke Jombang, mengingat menantunya adalah perawat RSUD Jombang. Setidaknya dengan dirawat di rumah puterinya itu, penyakitnya dapat termonitor.
Ketika Robbie dan Bagus, sahabat sejak SMP membezoek, Mbak Tatiek masih bisa diajak bicara, meskipun kadang kadang menggeh-menggeh nafasnya. Menurut Robbie, ketika dipamiti, Mbak Tatiek sempat menatap dengan sorot mata yang sayu, tidak mengira itu adalah tatapan mata terakhir Mbak Tatiek.
Sehari sebelum wafatnya, Mbak Kartinah dan mas Djoko juga membezoek, tapi mbak Tatiek sudah kesulitan untuk bicara. Mbak Kartinah mencoba membujuk untuk mau diopname, tapi Mbak Tatiek tetap menolak. Laporan Mbak Kartinah kemudian disampaikan ke teman teman dan Mbakyu Ermien mencoba untuk menggalang bantuan dana. Sama sekali tidak menyangka bahwa lewat tengah malam itu, Mbak Tatiek pergi untuk selama lamanya.
Innalillahi wainnaillaihi roji'un.
Kabar duka dengan cepat menyebar. Oleh keluarga, diputuskan untuk memakamkan jenazah di Gempol-Porong, berdekatan dengan kediaman puteri bungsunya. Pagi itu juga jenazah diberangkatkan dari Tunggorono. Semula direncanakan pemakaman pukul 10.00, tetapi kemudian diajukan pukul 09.00, sehingga rombongan konco konco (Mbak Hastuti, Mbak Jatmi, Cak Harto, Cak Saumil dan Cak Bagus) tidak menangi. Yang ikut menghantar kepergian ke kepemakaman adalah Cak Abdullah Umar dan nyonya serta Cak Rispurwadi dan nyonya.
Mbak Tatiek Retnowati dilahirkan di Solo, 6 Maret 1951, menyelesaikan pendidikan (SD Bethari, SMP Negeri 1 dan SMA Negeri jurusan Paspal) di Jombang. Kemudian sempat melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga tapi tidak selesai. Menikah dengan Triatmojo, keluarga mereka dikaruniai 6 puteri.
Mbak Tatiek dikenal sebagai pribadi yang supel, grapyak dan hampir selalu ikut dalam kegiatan alumni, sejak reuni di Jakarta (2005), Semarang (2007) dan Jombang (2008). Bahkan ketika sebulan sebelumnya sahabatnya Mbak Sri Winardiati meninggal dunia, Mbak Tatiek masih sempat ikut layat dan berduka.
Selamat jalan Mbak, semoga memperoleh kedamaian di sisiNya.

Selasa, 11 Agustus 2009

MBAK SRI MULYATI KESRIPAHAN

Assalamualaikum wr.wb,
Innalillahi wainnailaihi roji'un, telah meninggal dunia dengan tenang Bapak JT Bambang Sugito, suami dari mbak Sri Mulyati, teman alumni kita yang berdomisili di Jombang. Mas Bambang menderita lever dan sebelumnya sudah dirawat beberapa hari di RSUD Jombang.
Kita mengucapkan bela sungkawa sedalam dalamnya dan mendoakan agar arwah almarhum diterima di sisiNya, mendapatkan kedamaian abadi, serta keluarga mbak Sri senantiasa dikaruniai kekuatan dan ketabahan. Amien.

MANTU (3)


Hari Sabtu, 1 Agustus 2009 bertempat di Gedung Sasana Wirasakti, Cililitan, Jakarta, teman kita Muchtar mantu puteri keduanya Indah Melinda dengan Riyanto. Hadir pada resepsi pernikahan tersebut konco konco : Rusman, Suhadi Muhas, Imam Thobroni dan nyonya serta Yogi Triwahyono. Kita doakan agar mempelai berdua yang berbahagia serta keluarga Cak Muchtar bertambah bahagia. Amien.
Hari Minggu, 2 Agustus 2009 bertempat di Viena House, Jalan Diponegoro-Semarang, mbakyu Ietje Murwani juga mantu puterinya Inggrid Remanlay dengan Bobby Alexander. Hadir pada resepsi tersebut teman teman kelompok Semarang : Kel. Tertip Sutarto, Keluarga dr Hesty Maria, Keluarga Sumartini Hartopo, Keluarga Bambang Subiyantoro, serta konco konco Suroboyo : Ermien & Sunarno, Titiek Suwariyati dan Prof.Dr.Ir.Danawati,M.Pd, Heru Subagyo (Tong) serta dari Jombang : Dani Rachmad (Ibor), Judhiono, Sukartinah, Retno Enny P, Umariyah. Juga konco konco SMP : Bagus Sumarsono dan Bambang Yogyantoro.
Semoga mbakyu Ietje berbahagia dengan pernikahan puterinya. Amien.