Sudah menjadi tradisi, setelah merayakan Hari Raya Iedul Fitri,
diselenggarakan Halal bihalal di mana mana,. Semuanya bertujuan untuk dapat
saling maaf memaafkan segala kekhilafan dan memulai kehidupan dalam suasana
fitri. Unuk tahun ini Halal bihalal alumni SMAN Jombang angkatan 66 kelompok
Surabaya dan sekitarnya diselenggara kan di kediaman Dr Sudjatmiko, di daerah
Prapen-Surabaya. Yang hadir ternyata tidak hanya dari Surabaya, tetapi juga
dari Jombang, Pasuruan, Gresik. Ada juga
perwakilan dari Jakarta. Suasana cukup
gayeng dan penuh kekeluargaan. Setelah cukup lama tidak saling ketemuan,
momentum lebaran yang indah dimanfaatkan untuk saling silaturahmi dan bermaaf
maafan. Sekaligus juga mau membahas rencana reuni 2014 yang akan diadakan di
Tretes. Pada kesempatan ini mas Biyanto secara aklamasi didapuk menjadi
kumendan dan mas Pendel Rispurwadi menjadi bendaharanya.Dalam acara siang hari itu
para hadirin dijamu aneka makanan yang uenak uenak, ada sego krawu, rujak
cingur, mie bakso, dan kue kue aneka macam. Di seling dengan cerita nostalgia
dan ledek ledekan, waktu yang berlalu seolah olah terlalu cepat. Setelah
berfoto ria bersama, akhirnya saling berpisah dan brjanji untuk dapat bertemu
kembali dalam waktu yang akan datang.
Merupakan wadah komunikasi dan informasi, khususnya untuk alumni SMA Negeri Jombang angkatan (masuk) tahun 1966 dan (keluar) tahun 1969.
persahabatan abadi
Jumat, 17 Oktober 2014
DOLAN KE LOMBOK
Rencana
yang disusun sejak awal Januari 2014 akhirnya bisa terwujud. Sejumlah 22 orang
keluarga alumni SMAN Jombang angkatan 66 dolin nyang pulau Lombok tanggal 12-14
Mei 2014, memenuhi ajakan keluarga Kol.(Purn) Hari Purnomo, yang akrab kita
kenal sebagai Cak Gempur. Setelah saling semayanan berkomunikasi via telpon,
sms dan blackberry grup, tanggal yang disepakati untuk pergi ke Lombok adalah tanggal 12 Mei, menginap dua malam dan
dolin bersama. Ambek cak Gempur acara iki dijenengno “Alumni SMAN Jombang
angkatan 66 nggolek padang howo nyang Lombok”. Merasa jenuh dan sumpek dengan keseharian nduk
Jakarta, Suroboyo dan Jombang, konco konco diajak nyebrang ke Lombok, dijak
mubeng mubeng ndelok keindahan Lombok yang eksotis, gak kalah karo Bali.
Pada
Senin siang 12 Mei, dengan pesawat Wings Air dari Bandara Juanda, mendaratlah
rombongan tamu : Kartinah, Jatmi, Sutri, Enny, Sri Mulyati, Hartin, Ventje
(nyonya Hariyanto), Kamadi, Djokomulyono, Tapto dan nyonya, An, Biyanto, Kapti,
Ratno dan nyonya, Yun dan suami serta Imam Thobroni. Kedatangan mereka disambut
cak Gempur dan Yogi di Bandara Internasional Lombok
(BIL). Kemudian bersama sama diangkut bus Damri yang sengaja dicharter oleh cak
Gempur. Menempuh jalan ke Bayan, Lombok Utara yang berjarak tempuh sekitar 2jam
lebih, melewati jalan berliku di lereng gunung Rinjani. Meskipun cukup
melelahkan dan jarak tempuh lumayan jauh, konco konco seperti biasa penuh
dengan gojegan dan guyon gak karuwan. Mas Biyanto yang sekarang dipanggil mas
SAS berduet dengan An terus menyemarakkan suasana dengan guyonan. Untuk
ngganjel perut, sudah disediakan oleh nyonya rumah satu dos kue di dalam bus. Lewat magrib, rombongan tiba di kediaman
keluarga Hari Purnomo disambut guyuran hujan. Memang mengherankan, kata warga
setempat, berhari hari cuaca panas dan nggak ada hujan, eh kedatangan tamu dari
alumni SMAN Jombang kok disambut udan deres. Mugo mugo pertanda curahan rejeki
bagi kita semua, khususnya keluarga tuan rumah. Amiin. Acara makan malam
lesehan lawuhnya serba ikan (ikan bakar, brengkes ikan, sup ikan. Didahului
dengan doa dan rasa syukur serta terima kasih atas penerimaan tuan rumah yang
luar biasa. Untuk pelengkap ada es degan, dan berbagai camilan lain, pokoknya
kenyang betul. Seragam kaos merah dibagikan pada peserta (untuk suami/isteri
warna hitam) guna dipakai pada acara besok. Rasanya masih mau jagongan dengan
gayeng, namun para tamu masih harus menempuh perjalanan menuju Senaru, sebuah
desa di lereng Rinjani, tempat mereka menginap. Karena hari sudah semakin malam begitu tiba di penginapan
dan pembagian kamar, konco konco sudah siap siap mau mapan turu. Mas Gempur dan
mbakyu masih sempat menghidangkan kentang goreng untuk camilan bagi mereka yng
masih mau cangkruk di depan bungalow masing masing, menikmati hawa dingin
gunung yang menusuk tulang. Sewaktu terbangun pada pagi hari, banyak yang
mengaku kagum menyaksikan keindahan panorama yang terhampar di depan mata.
Tampak gunung Rinjani begitu megah biru dan indah dengan kerimbunan hutan alami
dan sayup terlihat sebuah air terjun yang dinamai Sendang Gila. Sungguh
karuniaI llahi yang indah dan mentakjubkan di depan mata, kata teman2 ketika
sarapan bersama.Acara kemudian adalah tamasya ke Gili Air, neberang selat naik perahu rame rame. Kemudian menikmati keindahan pulau yang kebak turis bule, sambil santap siang bersama ikan bakar.. Belum puas menikmati keindahan pulau,
rombongan diajak balik ke daratan Lombok
karena harus menempuh perjalanan ke Mataram. Dalam perjalanan, sempat singgah
nduk pantai Senggigi yang terkenal. Sebagian lenggah lenggah menikmati degan
klopo ijo, sebagian shopping kaos2 dan ….. mutiara! Dari Senggigi
peserta masuk kota
Mataram menjelang magrib, ke hotel Ratih. Mergo wis kecapekan, arek arek masuk kamar terus
leyeh leyeh. Tapi ternyata hanya sebentar saja, gak suwe podo jagongan maneh
nduk teras kamar, nerusno guyon sambil sekali sekali membahas ancang ancang
rencana reuni suk mari riyoyo nduk Tretes. Acara
makan malam terasa istimewa karena menunya khas Lombok, yoiku ayam taliwang dan
plecing kangkung. Selesai makan, masih dilanjutkan ngobrol ngobrol santai,
sementara di halaman hotel sudah cemepak pedagang kaos, kain kain Lombok, mutiara dan pernik perniknya. Acara tuku oleh
oleh terus berlanjut esok harinya. Acara hari terakhir adalah mengunjungi Taman
Narmada, sebuah peninggalan kerajaan Bali yang ada di Lombok.
Disitu dikenal dengan mata air yang konon bisa membuat awet muda. Konco konco nganti antri untuk bisa raup
supoyo awet enom. Di pelataran taman, acara mborong oleh oleh masih berlanjut.
Sing merasa tas-e wis
kuebek, lngsung tuku tas maneh he he he. Acara makan siang sekaligus merupakan
acara perpisahan dengan keluarga Hair Purnomo, karena mereka berdua segera mau
balik ke Bayan, Lombok Utara. Karena waktu untuk check in ke Bandara masih
cukup lama, oleh pak Budi dari Damri, kami diajak jalan-jalan ke desa Sade yang
merupakan desa tradisional suku Sasak dan juga ke tempat tenun tradisional
Lombok. Memang indah indah, tapi regane lumayan larang larang. Maklum semuanya hand-made, buatan tangan yang perlu
keahlian dan ketekunan untuk menenun, menciptakan karya budaya yang indah. Dari tempat itu kami dibawa terus ke arah
selatan, sampai di pantai Kuta. Berlainan dengan pantai Kuta di Bali yang sudah
terpolusi oleh wisatawan, pantai Kuta di Lombok tampak masih sepi dan asli.
Bahkan cenderung masih perawan, namun pemandangannya tak kalah indah dan pasir
pantainya yang kuning malah dijual belikan dalam botol. Dari Kuta, langsung menuju Bandara dan
berakhirlah acara dolan nggolek howo padang
nyang Lombok. Dari bandara internasional
Lombok, rombongan Jombang-Suroboyo terbang duluan dengan Wings Air, sedangkan
rombongan Jakarta
menyusul dengan Lion Air. Terima kasih cak Gempur dan keluarga!
Kamis, 24 April 2014
LELAYU
Sebuah berita duka kembali menghentakkan kita, menyadarkan kita bahwa Tuhan Maha Kuasa atas kehidupan manusia. Tuhan mempunyai rencana yang lebih indah daripada rencana manusia. Salah seorang sahabat kita Freddy Manopo, yang lebih dikenal dengan panggilan Po, pada hari ini Kamis 24 April 2014 telah meninggalkan kita untuk selama lamanya.
Po yang dikenal humoris, periang, ramah dan akrab dengan siapa saja, akhirnya menyerahkan hidupnya pada Yang Maha Kuasa. Mengaku diabet sudah sejak lama, tetapi Po selalu tak mau menunjukkan dirinya sakit. "Aku sehat, apik apik ae kok..." katanya kalau ditanya mengenai kesehatannya. Tak lupa mia sering memposting mengenai artikel artikel kesehatan dan saran obat obatan kepada teman teman dan untuk dimuat di buletin. Po memang memiliki kemahiran untuk bergaul dengan IT, mengajari teman teman untuk browsing internet dan menjelajah dunia maya dengan komputer dan terakhir dengan androidnya. Dia mengaku gak seneng BB mergo cilik cilik, gak jelas gambare. Po paling rajin mengirimkan gambar gambar yang indah, artikel artikel yang bagus dan joke joke yang segar melalui email kepada teman temannya. Ituylah Po yang selama ini kita kenal.
Ketika SMA, Po dikenal jago basket. Karena itu sejak kelas 1 ia sudah menjadi tim inti basket SMAN Jombang. Meskipun perawakannya pendek, ia lincah dan setiap shootingnya jarang meleset. Ia juga pandai main pingpong.
Setelah lulus SMA, ia kuliah di Surabaya setahun, tetapi kemudian memutuskan untuk melanjutkan studi ke Jerman. Ia berhasil merenggut diploma di bidang tehnik. Keahliannya itu yang kemudian membuatnya terus berkarya sampai akhir hidupnya. Terakhir ia mengaku bekerja sebagai konsultan di daerah Serang-Banten.
Po meninggalkan seorang isteri, dan 2 anak, seorang pria dan seorang wanita.
Selamat jalan Po. Tuhan memberkatimu.
PERTEMUAN DI PERAK, APRIL 2014
Tidak terasa tiga bulan berlalu dan tiba giliran pertemuan arisan 3 bulanan yang kali ini diselenggarakan di kediaman Drs. Tapto Djani, di Perak-Jombang. Pertemuan diselenggarakan pada Minggu 13 April 2014 dihadiri oleh cukup banyak peserta, dari kelompok Jombang dan Surabaya.
Ketika diabsen, yang hadir adalah (dari Surabaya) Subiyanto+nyonya, Junianto Susilo, Sukaptiningtyas, Suratno dan nyonya, Abdullah Umar dan nyonya, Ermien Tjahjaningsih, Wahyuningsih dan (dari Jombang) : Sukartinah, Srimulyati, Enny Purwaningtyas, Hastutik, Sutri, Suharto, Sukadiono, Kamadi, Siwaji, Pilin, Joko Mulyono, Hariyanto dan nyonya Yogi.
Acara dibuka oleh tuan rumah, dilanjutkan penjelesan mengenai rencana wisata ke Lombok yang akan dilaksanakan bulan Mei yang akan datang. Dari Jombang yang akan berangkat 12 orang, Surabaya 7 orang dan dari Jakarta 4 orang. Dilanjutkan dengan arisan dan ramah tamah.
Makan siang pertemuan dengan menu : sate daging sapi, sayur bening, dadat jagung, ikan nila/mujair goreng, sayur ikan, oseng oseng daun kates, kerupuk, sambel, lalab. Juga hidangan kue kue : polo pendem, jajan pasar (cenil, ketan hitam/putih, lopis, ijo-ijo, pura, klepon) dan jagung bakar, tahu tuna, pisang goreng, pisang rebus, jeruk, salak, manggis, es buah. Pokoknya gayeng dan nyamleng.
Arisan berikut direncanakan di kediaman Ermien Soenarno di Surabaya pada bulan Juni 2014.
Ketika diabsen, yang hadir adalah (dari Surabaya) Subiyanto+nyonya, Junianto Susilo, Sukaptiningtyas, Suratno dan nyonya, Abdullah Umar dan nyonya, Ermien Tjahjaningsih, Wahyuningsih dan (dari Jombang) : Sukartinah, Srimulyati, Enny Purwaningtyas, Hastutik, Sutri, Suharto, Sukadiono, Kamadi, Siwaji, Pilin, Joko Mulyono, Hariyanto dan nyonya Yogi.
Acara dibuka oleh tuan rumah, dilanjutkan penjelesan mengenai rencana wisata ke Lombok yang akan dilaksanakan bulan Mei yang akan datang. Dari Jombang yang akan berangkat 12 orang, Surabaya 7 orang dan dari Jakarta 4 orang. Dilanjutkan dengan arisan dan ramah tamah.
Makan siang pertemuan dengan menu : sate daging sapi, sayur bening, dadat jagung, ikan nila/mujair goreng, sayur ikan, oseng oseng daun kates, kerupuk, sambel, lalab. Juga hidangan kue kue : polo pendem, jajan pasar (cenil, ketan hitam/putih, lopis, ijo-ijo, pura, klepon) dan jagung bakar, tahu tuna, pisang goreng, pisang rebus, jeruk, salak, manggis, es buah. Pokoknya gayeng dan nyamleng.
Arisan berikut direncanakan di kediaman Ermien Soenarno di Surabaya pada bulan Juni 2014.
Senin, 03 Maret 2014
KUMPUL DI PRAPEN, DILIPUT JAWAPOS
Bulan Februari 2014, sahabat kita Ir. Junianto Susilo yang akrab dipanggil Tjwan An, menjadi tuan rumah arisan kelompok Jombang-Surabaya dan sekitarnya di kediamannya Prapen Indah - Suroboyo. Yang hadir ternyata cukup banyak, sekitar 35 orang. Konco konco Jombang nglurug dengan 2 kendaraan, sementara konco konco Suroboyo tidak mau ketinggalan ikut hadir. Yogi dan isteri yang kebetulan nduk Suroboyo ikut hadir. Acara dibuka dengan doa bersama dan kemudian dilanjutkan dengan nyanyi nyanyi diiringi organ tunggal, ngocok arisan dan pembagian doorprize oleh Cak Biyanto.
Di tengah ramenya acara, hadir dua orang dari Jawa Pos, seorang photographer dan seorang wartawati yang kemudian mewawancarai kita semua. Alasannya adalah kelompok atau komunitas kita yang sudah sepuh sepuh ini ternyata kok ya masih rukun dan guyub sehingga patut ditiru.
Tapi pancene awak awak iki gak terlalu serius, dadi masio diwawancara yo jik sempet ledek ledekan, bahkan wartawannya di sulap karo cak Biyanto nganti terkaget kaget. Alhasil topik sulap ini yang kemudian muncul sebagai judul berita dalam surat kabar Jawa Pos edisi Metropolis-Surabaya hari Kamis 20 Pebruari 2014. Sayang hanya dimuat di edisi Surabaya, jadi konco konco Jombang dan kota kota lain gak iso melok moco. Terima kasih untuk mbakyu Wahyuningsih yang sudah ngundang wartawannya.
Acara arisan dan makan siang yang gayeng ditutup setelah lewat siang hari dan arisan berikutnya akan diselenggarakan di Jombang suk April 2014 nduk omahe mas Tapto Djani, Perak.
Minggu, 02 Maret 2014
LELAYU
Innalillahi wainnaillaihi roji'un..............
Pada hari Kamis 27 Pebruari pukul 04.00 subuh, rekan dan sahabat kita Drs. Suyudi Haryono telah meninggal dunia di rumahnya, jalan Raden Wijaya - Jombang. Mas Har, begitu kita sering menyapanya, masih beraktifitas normal seperti biasa dan kembali ke rumah agak larut malam dari salah satu tempat hiburan yang dikelolanya di Jombang. Menurut cerita keluarga, menjelang subuh ia merasa sesak nafas dan meminta pembantunya untuk pergi membeli oksigen di apotek yang buka 24 jam. Dan ketika Pak Man, pulang ke rumah, ia sudah mendapati mas Haryono terbaring di lantai.
Ketika awal Januari yang lalu bertemu bersama teman teman di Sambong, mas Suyudi Haryono memang mengeluhkan bahwa seringkali merasa dadanya sesak dan panas. Tapi setelah diperiksakan ke dokter ternyata bukan gejala jantung. "Aku cuma dikasih obat obat untuk lambung semacam antasid..." katanya. Namun dibandingkan dengan semasa remajanya yang atletis (termasuk atlit volley dan basket di SMA), dia akhir akhir ini kelihatan tak lagi segar.
Setelah lulus SMA, mas Haryono melanjutkan ke Sekolah Tinggi Olahraga (STO) dan kemudian bekerja di kantor BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berenxana Nasional) Jombang. Kariernya kemudian meningkat ketika masuk ke dunia politik mdan menjadi anggota DPRD Jombang dari fraksi Golongan Karya. Kemudian ia pindah ke kantor BKKBN Surabaya, Nganjuk dan kemudian menjelang pensiun pindah lagi ke Jombang.
Di kalangan teman teman, ia dikenal sangat ramah, sopan dan sering memberi masukan dan saran untuk kebaikan bersama. Hobbynya menyanyi selalu disumbangkannya dalam setiap even pertemuan dan reuni.
Isterinya, mbak Edy Astinah, telah mendahului meninggal dunia dua tahun yang lalu. Keluarga mereka meninggalkan seorang puteri, Dora Maharani dan seorang putera Hardian Handy Wibowo. Keduanya sudah mentas, bahkan puteri sulungnya tahun ini ,mencalonkan diri sebagai anggota dewan mengikuti jejak papanya.
Selamat jalan mas Har.....
Rabu, 15 Januari 2014
TAHUN BARU-AN DI SAMBONG INDAH
Tanggal 2 Januari 2014 setelah saling tilpun2an dan tanpa rencana yang ndakik ndakik, sejumlah alumni SMAN Jombang angkatan 1966 ketemuan nduk Perumahan Sambong Indah-Jombang, di kediaman mbakyu Sukartinah. Dalam era kecanggihan teknologi informasi, maka merealisasi janjian ketemuan kayaknya tidak lagi sulit. Cukup boradcast melalui blackberry, mak srettt... maka rencana ketemu dimana jam berapa bisa langsung direalisasi bagi mereka yang memiliki waktu senggang. Memang tidak semua memiliki waktu senggang rek, maklum masih banyak yang acara taun baruan dengan keluarga atau bahkan liburan di luar kota bahkan di luar negeri he he he.
Ketemuan kali ini penuh dengan canda, gojeg dan cengengesan sambil menyantap suguhan kacang rebus, pisang rebus, jeruk, blimbing, lemper dll. Karena tidak ada agenda resmi, maka acara kali ini juga gak resmi-resmian, cuma saling mengucapkan selamat tahun baru, gablog2an dan cipika cipiki menandai keakraban dan persahabatan yang sudah terjalin begitu lama.
Kol. (Purn) Hari Purnomo yang datang dari Bogor dan nginep di rumah adiknya dekat kompleks Sambong Indah, mengajak konco konco makan siang bersama dan kali ini Depot Nikmat di rekomendasikan oleh konco konco Jombang sebagai tempat tujuan.
Suasana gayeng terus terjalin, diseling ledek ledekan, atau sesekali bicara serius mengenai si A atau si B, atau bicara tentang kuliner Jombang dan sebagainya. Pokoknya makan siang yang seru berlangsung sampai lewat tengah hari, kemudian masih dilanjutkan diskusi sambil leyeh leyeh setengah ngantuk di Sambong. Pas bubaran, teman teman Jombang nyangoni teman teman yang dari luar kota dengan oleh oleh kecap, blimbing dan kripik tempe. Suwun!
Langganan:
Postingan (Atom)



















